Perbedaan kamera DSLR dan Mirrorless ditahun 2022

Perdebatan antara kamera DSRL dengan kamera mirrorless belum berakhir, ke-dua kamera tersebut menimbulkan banyak pertanyaan yang cukup menarik tentang desain kamera dan juga kemana arahnya. Kebijakan konvensional megatakan bahwa kamera mirrorless merupakan kamera masa depan dan kamera DSLR merupakan jenis kamera yang lama dan berat. Sebenarnya kamera DSRL dan mirrorless berbeda jauh dalam segi kontruksi dan juga desainnya. Namun tidak pada sensor, kualitas gambar, teknologi dan juga pada fitur. Seperti contohnya DSLR Nikon D850 akan memberikan kualitas gambar yang sama dengan Nikon Z7 II, yang pada dasarnya memiliki sensor yang sama membatasi beberapa perkembangan terbaru dalam pemrosesan gambar.

Tidak hanya itu, desain bodi dan dalam hal pengambilan video 4K (atau bahkan 6K atau 8K). Salah satu faktor yang tidak dapat dilupakan yaitu, preferensi pribadi, jika anda dihadapkan pada pilihan antara kamera DSRL dan mirrorless mana yang lebih anda sukai! Anda mungkin akan menjawab jenis kamera yang anda sukai atau bahkan anda bingung?

Maka dari itu, berikut perbedaan untama antara kamera DSLR dan mirrorless sebagai berikut:

  1. Mirror

Kamera DSLR dan Mirrorless keduanya menunjukkan scene melalui lensa kamera itu sendiri saat anda compose gambar. Namun, keduanya memberi tampilan yang berbeda. DSLR menggunakan miror untuk memantulkan gambar optik kejendela bidik. Saat anda akan mengambil gambar , miror flips dapat diteruskan ke belakang kamera tempat sensor terkena gambar.

Sedangkan mirrorless, mengambil pendekatan yang berbeda. Menggunakan tampilan langsung (live view) yang ditangkap oleh sensor kamera itu sendiri untuk membuat gambar elektronik yang dapat ditampilkan, baik dilayar belakang atau view vinder lectronic (jendela bidik elektronik).

Banyak orang lebih menyukai gambar dari jendela bidik DSLR. Kedua tampilan digital mengkonsumsi lebih banyak daya, sedangkan mirrorless masih tidak dapat bersaing dengan DSLR untuk masa pakai baterai.

 

Sumber gambar: Plaza Kamera

 

  1. Autofocus

Pertama kali adanya kamera mirrorless, cara mereka melakukan fokus otomatis (autofocus) pada dasarnya sama dengan compact camera, sistem yang dikenal sebagai AF pendeteksi kontras menggeser fokus lensa kesana kemari sehingga gambar yang dilihat oleh sensor terlihat paling tajam. Hal tersebut merupakan hal yang tepat namun sangat tidak efisien dan lambat.

 

Sedangkan kamera DSLR menggunakan fokus dengan metode berbeda yang disebut AF deteksi fase (phase-detection AF)  Biasanya jauh lebih cepat daripada AF pendeteksi kontras, karena membandingkan dua versi subjek dari dua sudut yang berbeda dan dapat dengan cepat menentukan cara untuk memfokuskan kembali lensa. Untuk digunakan dalam waktu yang lama merupakan keunggulan dari DSLR dengan keunggulan kecepatan pemfokusan dibandingkan dengan kamera mirrorless.

 

Mirrorlesss tidak dapat menggunakan sensor pendeteksi fase gaya DSLR (DSLR-style phase-detection) terpisah, karena hal tersebut akan menghalangi cahaya yang mencapai sensor, sehingga akan membuat kamera mirrorless dapat mengintegrasikan autofokus pendeteksi kedalam sonsor kamera itu sendiri.

Sistem autofokus mirrorless hybrid terbaru menggunakan titik AF deteksi fase untuk kecepatan AF kontras yang presisi. Sehingga akan menyamai atau melampaui DSLR untuk kecepatan fokus otomatis. Sensor AF DSLR dapat menutupi setengah bagian bingkai gambar, sedangkan AF mirrorless dapat langsung menuju ke tepi.

 

DSLR kehilang autofokusnya, namun mirrorless memiliki keuntungan besar pada tampilan dan sistem fokus otomatis. Namun saat ini, banyak DSLR baru seperti Nikon D780 yang memiliki autofokus pendeteksi fase pada sensor untuk pemotretan tinjauan langsung yang cepat dan memiliki dua teknologi AF yang berbeda saat berpindah dari jendela bidik ke pemotretan secara langsung. Pemfokusan merupakan salah satu aspek dari desain DSLR dengan mirrorless.

Sumber gambar: InfoFotografi

 

  1. Viewfinders

Desain kamera mirrorless menggunakan jendela bidik elektronik (Electronic viewfinder). Hal tersebut meningkat pesat dalam waktu yang sangat singkat. Pada awal  resolusinya terlalu rendah untuk menampilkan pemandangan dengan segala sesuatu seperti kejelasan dan detail jendela bidik optik, begitu banyak ’lag’ saat anda akan menggerakkan kamera dengan cepat sehingga sulit untuk mengikuti subjek yang bergerak. EFV awal mungkin sangat buruk, namun jendela bidik elektronik terbaru dan terbaik saat ini memiiki resolusi yang sangat tinggi, sehingga anda dapat meilihat titik dan kejelasan dengan benar saat mendekati jendela optik. Seperti contohnya kamera Lumix S Panasonic menghadirkan EFV tertinggi saat ini dan lebih dari 5 juta titik, dan dikalahkan oleh Sony A1 dengan 9,44 juta titik.

Baca juga :   GoPro Hero 10 Resmi dirilis, ini Keunggulan dibanding GoPro Hero 9

 

Saat ini keterlambatan jendela bidik tidak menjadi masalah dibandingkan dengan kecepatan refresh yang lebih cepat, serta area fokus terbaru bagi produsen yaitu efek blackout yang biasanya dapat anda lihat saat memotret rentetan gambar terus menerus. Sony berhasil menghilangkan model A9-nya, dan Panasonic mengklaim hal yang sama untuk Lumix G9-nya.

Hal diatas memungkinkan anda melihat gambar dengan perubahan apapun pada pencahayaan, white balance, colour setting dan sebagainya. Hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh jendela bidik optik.

 

Electronic viewfinder (jendela bidik) dapat menampilkan pemandangan yang lebih jelas dalam cahaya redup dan memiliki fungsi zoom untuk dapat memfokuskan manual yang presisi. Karena efek penguatan cahaya otomatisnya.

 

  1. Battery Life

DSLR Menawarkan 600 bidikan per pengisian baterai, namun DSLR Nikon D3500 entry-level, dapat menangkap hingga 1.550 gambar dengan sekali pengisian daya. DSLR pro dapat menghasilkan hampir 4000 frame per pengisian daya, dengan begitu harus diakui dengan baterai yang jauh lebih besar. Contoh selanjutnya yaitu Nikon D6 Pro, mengklaim dirinya dapat bertahan dengan daya tahan baterai yang menabjubkan dari 3.580 bidikan dan dua kalilipat untuk pemotretan beruntun berkecepatan tinggi.

 

Kamera mirrorless dengan 350-400 per charge menjadi norma sementara. Sony A7 III membawa masa pakai baterai 650-shot yang diperpanjang hampir dua kalilipat dari pendahulunya dan ada peningkatan pada  Sony A7R IV yang merupakan langkah maju yang cukup signifikan. Namun Canon EOS RP hanya dapat membidik sekitar 250 bidikan. Hal tersebut merupakan masalah bagi kamera mirrorless.

Kamera mirrorless secara inheren lebih bergantung pada daya baterai DSLR. Baik layar LCD dan viewfinder yang menyala sepanjang waktu. Beberapa pendapat mengatakan bahwa dengan ukuran kamera mirrorless yang kecil mungkin berarti kapasitas baterainya juga kecil dan membatasi kapasitasnya. Nemun, kamera mirrorless memiliki stabilisasi gambar yang terpasang di bodynya, seperti Fujifilm X-T4 yang mengurangi masa pakai baterai.

Anda dapat membeli baterai cadangan untuk DSLR dan juga mirrorless, keuntungan dari kamera mirrorless menawarkan pengisian melalui port USB, hal tersebut sangat nyaman ketika anda berpergian sepert kamera Sony A6400, saat ini pun DSLR juga telah muncul seperti Nikon D780.

Sumber gambar: Gudang Digital
  1. Size

Mirrorless mengkali dirinya memiliki keuntungan ukuran yang lebih kecil daripada DSLR. Sistem utama pada mirrorless yaitu ukuran sensor dan kualitas gambar yang sama yang ditawarkan oleh DSLR .

Bodi kamera mirrorless begitu ringkas, masa pakai baterai, kamera yang dapat dengan mudah menggunakan lensa yang lebih besar dan banyak ruang yang tersedia untuk tombol dan tombol eksternal. Kamera mirrorless saat ini sudah menggunakan layar sentuh yang membuat pengguna termudahkan dan merasa nyaman.

Baca juga :   Lensa 7Artisans 50mm untuk Leica Hadir dengan Harga Terjangkau
Sumber gambar: Kumparan

 

  1. Lensa

DSLR memiliki keunggulan untuk pilihan lensa, hanya karena sudah ada dan didukung selama beberapa dekade. Namun, ada tanda – tanda pembuat DSLR mengurangi lensa kamera DSLR, hal tersebut mempengaruhi perkembangan lensa DSLR baru melambat, dikutip dari artikel “digitalcameraworld.com”. saat ini ada banyak lensa mirrorless baru yang performanya lebih baik daripada DSLR yang lebih lama. Saat ini brand Sony tidak membutuhkan waktu lama untuk merakit berbagai lensa yang mengesankan untuk kamera mirrorless FE mount full-frame dan Panasonic masuk kedalam L-Mount Alliance dengan Sigma dan Leica memastikan bahwa itu sudah didukung dengan rentang lensa yang cukup besar dan bertambah.

Ukuran sensorlah yang menentukan ukuran lensa. Beberapa pembuat mirrorless telah memproduksi lensa kecil atau retraksi yang menawarkan penghematan ukuran, namun saat ini pembuat lensa memproduksi lensa mirrorless sesuai dengan spesifikasi dan kinerja lensa DSLR yang akhirnya memiliki ukuran yang hampir sama.

Pembuat kamera mirrorless ingin memanfaatkan potensi dudukan lensa mirrorless baru yang lebih besar, datang dengan lensa yang sebenarnya lebih besar dan lebih berat pada rekan DSLR lama. contoh A7 Sony sangat kecil, namun lensa utamanya lensa G Master berkualitas tinggi.

Sumber gambar: Tirto.ID

 

  1. Video

Kamera mirrorless memiliki keuntungan yang cukup besar, yang pertama yaitu dari segi desain yang ccok dengan tampilan langsung (live view) yang diperlukan untuk pengambilan video, yang ke-dua teknologi pengambilan video pada mirrorless yaitu adanya fitur dan kinerja video terbaik.

Sedangkan DSLR, dapat merekam video mainstream dengan kamera lensa biasa yang dapat diganti – ganti. DSLR masa kini digunakan untuk perekaman video, dengan fitur standar seperti Nikon D5, D850, dan Canon EOS 5D IV menawarkan perekaman video 4K. Meskipun begitu DSLR dapat merekam video yang bagus untuk fotografer komersial yang bekerja untuk klien. Namun, mirorrless terbaik telah memperluas kesenjangan dalam fitur kinerja dan dapat bersaing dengan kamera bioskop full-on camcorder broadcast-quality.

Saat ni Sony memimpin dengan video 4K ‘oversampled’ berkualitas tinggi dalam kamera seri A7 mirrorless full-frame seperti A7 III, dan Fujifilm serta Panasonic yang mampu merekam video 4K pada 60/50 fps untuk 2x slow motion effects.

Sumber gambar: Bukareview

Kamera DSLR merupakan pilihan yang bagus jika anda menyukai kamera yang besar dan tebal. DSLR masih menjadi salah satu kamera terbaik untuk para profesional. Karena dapat digunakan dengan lensa yang lebih besar dan memiliki banyak ruang untuk kontrol external serta baterai yang dapat bertahan sepanjang hari. DSLR juga memiliki optical viewfinders, untuk penggemar kamera mirrorless mungkin tidak peduli tapi tidak untuk penggemar DSLR.

Jika anda adalah seorang videografer pro atau semi-pro, menggunakan kamera mirrorless merupakan pilihan terbaik dan tepat. Dengan sisitem pengembangan video dikamera, lensa, hardware dan aksesoris kamera. Mirorrless sangat cocok untuk anda seorang Instagramer, Influencer, Blogger atau Vlogger. Kamera yang compact dan ringan serta layar yang dapat diputar memungkinkan anda untuk memotret dari segala macam sudut. Mirorless sangat bagus untuk foto dan video serta mudah untuk dibawa kemanapun karena ukurannya.

 

Leave a Reply
Chat

Klik Tombol di bawah ini
untuk Chat

Jam Operasional 09:00 - 22:00