Air terjun merupakan salah satu subjek fotografi bagi beberapa fotografer. Keindahan, keanggunan serta gerakan dan juga karakter yang selalu berubah membuat air terjun (waterfall) sangat indah untuk diabadikan. Namun, terkadang juga menghadirkan sejumlah tantangan yang membuatnya sulit dipotret. Untuk membuat airnya terlihat lebih halus seperti sutra bisa jadi sedikit lbih menantang, terutama jika anda tidak memiliki peralatan yang tepat.
Maka dari itu, dengan tulisan ini kita akan membahas 6 Tips memotret air terjun agar terlihat lebih menabjubkan, dengan cara setting kamera, pencahayaan a agar anda dapat dengan mudah memotret air terjun dengan hasil yang menabjubkan.

- Setting Slow Shutter Speed
Untuk membuat air terjun ketika difoto terlihat halus, anda perlu menggunakan slow shutter speed atau kecepatan rana yang sangat lambat. Slow shutter speed membuat subjek tampak halus dan juga buram, hasilnya akan persis seperti yang anda bayangkan dan anda inginkan. Shutter speed biasanya hanya membekukan air yang mengalir, serta membuat pemandangan terlihat biasa.
- Menggunakan Tripod
Jika anda ingin mengabadikan air yang bergerak dan membuatnya terlihat halus dan juga lembut, anda dapat menggunakan tripod untuk mengabadikannya, karena dengan menggunakan tripod anda tidak perlu repot memegang kamera dan dapat menghidari guncangan pada kamera saat anda menggunakan pengaturan slow shutter speed. Mungkin anda akan berpikir tidak perlu membawa tripod, cukup meletakkannya diatas batu atau objek lain, hal tersebut akan membatasi beberapa bagian dari air terjun yang dapat anda tangkap.
- Menggunakan Lowest ISO
Setelah anda mengatur kamera pada tripod, langkah selanjutnya yaitu anda dapat mengurangi shutter speed, dan menurunkan ISO kamera ke nilai terkecil seperti ISO 100, tidak hanya meningkatkan kualitas gambar, namun anda juga dapat menurunkan shutter speed.
Misalnya, menurunkan ISO kamera dari ISO 800 ke 100 pada DSLR dan menurunkan shutter speed sebanyak tiga stop penuh. Jadi, jika anda memotret pada 1/200 detik, anda akan mendapatkan shutter speed hingga 1/25 detik.

- Mengubah Aperture ke Angka yang Lebih Besar
Lagkah ke-4 yaitu anda dapat menghentikan atau meningkatkan f/number, anda dapat mengurangi jumlah cahaya yang melewati lesa. Jika shutter speed terlalu tinggi, anda dapat mencoba mengubah aperture ke angka yang lebih besar seperti f/11 atau bahkan f/16, jika perlu, anda dapat mengubah aperture pada kamera, jika anda tidak ingin menghabiskan uang untuk ND filter yang bagus.
- Gunakan filter Neutral Density
Setelah anda mencoba untuk menurunkan ISO ke angka terendah, setealah itu anda dapat menyesuaikan aperture ke f/ besar, jika anda masih tidak dapat mencapai eksposure pada beberapa detik, kemungkinan besar yang terjadi yaitu anda anda akan memotret dalam kondisi cerah dan masih terlalu banyak cahaya yang masuk melalui lensa. Satu cara untuk mengurangi jumlah cahaya melalui lensa yaitu dngan cara menggunakan filter di depan lensa yang menghalangi sebagian besar cahaya yang masuk. Menggunakan filter “ND” atau “Neutral Desity” yang bertujuan untuk membiarkan sedikit cahaya ke lensa guna menerangi shutter speed pada kamera.

Ada banyak jenis ND filter yang dapat anda gunakan, namun kebanyakan ND filter biasanya berbeda dengan jumlah cahaya yang dibiarkan. Sebagain besar ND filter memiliki angka dibagian akhir, seperti “ND 0,3” atau “ND 1,8”. Angka tersebut mewakili jumlah cahaya yang dihentikan filter. Seperti filter “ND 0,3” akan memblokir 6 stop cahaya. Sedangkan “nd 1.8” akan memblokir 6 stop cahaya.
Contohnya: jika anda mengubah ISO ke 100 dan mengubah aperture ke f/16 lalu pengaturan shutter speed anda masih 1/250” serta anda dalam kondisi menggunakan filter ND 0.3, dengan shutter speed 1/125”. Maka shutter speed anda akan turun hingga 4 detik, dan hanya mentransmisikan sekitar 0,1% cahaya. Itulah perubahan besar dari 1/250” dari air terjun beku menjadi air terjun sehalus sutra hanya dengan satu filter.
- Menggunakan Wide-angle dan Telephoto Lenses

Anda dapat menggunakan wide-angle lens dan telephoto zoom untuk memotret air terjun. Biasanya air terjun yang tinggi dan juga kuat dapat melepaskan banyak uap air ke udara, yang kemungkinan mendarat dibagian dapan lensa anda, hal tersebut dapat berpotensi merusak peralatan anda. Anda dapat menggunakan lensa telefoto seperti Nikon 70-200mm f/2.8G VR II untuk dapat memotret dari kejauhan dan juga wide-angle seperti Nikon 16-35mm f/4.0 VR yang kemungkinan memiliki risiko rusak lebih sedikit, serta anda dapat berdiri dekat dengan objek foto anda.
Itulah 6 Tips memotret air terjun agar terlihat lebih menabjubkan, anda dapat menggunakan 6 tipd diatas agar mendapatka hasil potret air terjun yang halus dan tidakmembosankan.
