Street Photography (Fotografi jalanan) merupakan salah satu hal yang cukup menantang dan merupakan salah satu genre fotografi yang berharga, karena mendokumentasikan orang – orang di lingkungan dalam keseharian, hal tersebut tidaklah mudah, butuh kesabaran, kerja keras, dan keberanian untuk dapat mendekati dan memotret orang – rang yang benar – benar asing.
Street Photography merupakan genre fotografi yang dilakukan secara teang – terangan tanpa izin dan tanpa sepengatahuan subjek anda. Namun, Street Photography tidak mengesampingkan gambar yang ditunjukkan. Anda bisa meminta ijin terlebih dahulu saat hendak mengambil gambar agar anda mendapatkan hasil potret seseorang yang lebih intim dilingkungannya.
Seorang fotografer yang melakukan Street Photography mungkin akan merasakan hal menarik. Karena saat melakukan Street Photography anda dapat bersenang – senang dengan kamera anda dan mendapatkan hasil foto atau tangkapan emosi seseorang, kemanusiaan, serta karakter orang tersebut. Butuh waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan juga keren, maka dari itu butuh jam terbang yang lebih sering, anda hanya perlu berlatih dan sabar untuk membuahkan hasil yang maksimal. Berikut 7 tips untuk menghasilkan Street Photography yang keren:
- Memilih lensa
- Pengaturan kamera
- Mendekati subjek
- Selalu membawa kamera
- Tidak malu & takut untuk memulai foto dikeramaian
- Bidik dimalam hari
- Berpikir Out Of The Box

- Memilih lensa
Untuk memutuskan lensa mana yang akan digunakan merupakan salah satu faktor terpenting sebelum melakukan Street Photography. Anda dapat menggunakan lensa wide-angle, dengan menggunakan lensa tersebut anda dapat lebih dekat dan tidak akan mencolok dibanding dengan menggunakan lensa telefoto. Banyak fotografer jalanan memilih menggunakan kamera saku atau kamera mirrorless yang tidak terlalu mencolok, dengan ukurannya yang kecil dan ringan dibandingkan dengan menggunakan DSLR yang dirasa cukup mencolok.

- Pengaturan kamera
Cara tercepat dan termudah untuk menyiapkan kamera saat anda ingin melakukan Street Photography yaitu dengan setting kamera terlebih dahulu. Anda dapat mengatur SV (mode aperture-priority) dan f-stop (aperture) serta ISO secara manual. Kemudian kamera akan menentukan shutter speed (exposure).
Saat anda memuli dengan hari yang cerah, anda dapat mengatur ISO antara 200-400 dan f/16. Jika kamera anda menampilkan shutter speed yang lebih tinggi dari 1/200 detik, anda siap untuk memutar. Anda cukup memperhatikan shutter speed yang dibaca oleh kamera. Jika kamera membaca shutter speed dibawah 1/80 hal tersebut berisiko mengalami bidikan buram. Untuk mengatasi blur anda cukup tingkatkan ISO/aperture yang lebih besar.
- Mendekati subjek
Menggunakan lensa wide-angle akan memungkinkan anda untuk mendapatkan pemandangan yang bagus dan dekat dengan subjek anda. Keuntungan menggunkan lensa wide-angle akan memudahkan anda pada saat itu. Anda akan berbaur dengan banyak orang dan orang – orang sekitar merasa anda adalah bagian dari lingkungannya, hal tersebut lebih baik daripada anda berdiri diseberang jalan dengan lensa telefoto yang ukurannya besar dan panjang..
Banyak beberapa foto yang hasilnya keren dan terlihat sukses yang diambil hanya dengan beberapa meter jauhnya. Anda dapat berjalanan melalui jalann pasar, atau taman yang ramai yang nantinya mendapatkan hasil beberapa gambar yang menarik.

- Selalu membawa kamera
Street Photography bersifat spontan, alasan kenapa anda harus selalu membwa kamera agar melatih anda untuk terbiasa menangkap momen secara spontan. Pastikan kamera anda sealu dalam jangkauan. Agar anda tidak kehilangan kesempatan dalam mengambil momen.
- Tidak malu dan takut untuk memulai foto dikeramaian
Beberapa orang mungkin akan fokus kepada anda saat anda mengelurkan kamera dan mulai memotret, beberapa kekhawatiran bahwa subjek anda akan marah karena anda memotret mereka, atau bahkan akan mengancam anda dengan kekerasan fisik atau melaporkan ke polisi. Ketakutan tersebut dapat diatasi, anda hanya memerlukan beberapa tips dan cara agar subjek anda tidak marah. Anda cukup menemukan tempat yang menarik untuk duduk dengan kamera anda. Anda dapat menamati dari pengaturan yang nyaman yang agar subjek anda tidak merasa terganggu.

- Bidik di malam hari
Fotografi malam dikota adalah peluang besar untuk mendapatkan gambar yang unik. Memang, meotret malam hari tidak semudah memotret di siang hari. Anda harus memperhatikan shutter speed untuk menghindari keburaman, anda dapat menggunakan ISO dan bukaan untuk dapat mengimbangi cahaya rendah.
Anda dapat menggunakan tripod jika anda ingin melakukan log eksposure. Atau anda dapat menggunakan lensa aperture cepat yang memungkinkan anda untuk memotret pemandangan cahaya yang rendah dan tetap membekukan aksi.
Saat memotret dimalam hari, coba temukan garis, bayangan dan komposisi yang menarik untuk memberikan pernyataan visual yang berani pada gambar.

- Berpikir Out Of The Box
Ide serta emosi yang kuat dapat digambarkan melalui adegan yang sederhana. Kebanyakan orang salah mengasosiasikan Street Photography (fotografi jalanan) dengan orang atau potret dijalan. Anda tidak selalu membutuhkan subjek dalam bingkai, untuk menangkap penjajaran yang menarik anda dapat berjalan – jalan di gang yang tenang atau sisis jalan dan carilah topik yang berbeda yang menarik minat anda. Banyak peluang tak terbatas untuk semua jenis gambar dengan atau tanpa orang.
