Saat ini, kamera digital modern semakin canggih dengan berbagai fitur yang memanjakan para fotografer, baik profesional maupun amatir. Salah satu fitur yang sering menjadi perbincangan adalah pilihan antara mechanical shutter dan electronic shutter. Kedua jenis shutter ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan memilih kapan harus menggunakannya bisa membuat perbedaan besar dalam hasil akhir foto Anda. Mari kita bahas lebih lanjut dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami!
Apa Itu Mechanical Shutter?

Mechanical shutter adalah teknologi yang sudah lama digunakan dalam dunia fotografi. Pada dasarnya, mechanical shutter adalah mekanisme fisik di dalam kamera yang membuka dan menutup untuk mengatur berapa lama sensor kamera terekspos cahaya. Proses ini melibatkan pergerakan dua tirai (shutter curtains) yang bergerak secara berurutan untuk membuka dan menutup sensor.
Mengapa ini penting? Karena mechanical shutter memberikan kontrol yang sangat presisi terhadap waktu eksposur dan sering kali diandalkan untuk menghasilkan foto yang tajam, terutama dalam kondisi cahaya yang berubah-ubah atau saat menggunakan lampu kilat (flash).
Kapan Harus Menggunakan Mechanical Shutter?

- Menghindari Distorsi pada Objek Bergerak Cepat
Ketika Anda memotret objek yang bergerak cepat, seperti mobil balap atau hewan yang sedang berlari, mechanical shutter biasanya lebih diandalkan. Electronic shutter cenderung mengalami distorsi yang disebut “rolling shutter” ketika memotret objek yang bergerak cepat, sehingga hasil foto bisa terlihat miring atau melengkung. Mechanical shutter mengatasi masalah ini dengan gerakan tirai fisik yang cepat dan sinkron. - Menggunakan Lampu Kilat (Flash)
Jika Anda sering menggunakan lampu kilat saat memotret, mechanical shutter adalah pilihan yang lebih baik. Electronic shutter sering kali tidak kompatibel dengan sinkronisasi lampu kilat, yang dapat mengakibatkan hasil foto yang tidak konsisten atau sebagian gambar yang gelap. - Memotret dalam Kondisi Cahaya Rendah
Dalam kondisi cahaya rendah, mechanical shutter menawarkan kendali eksposur yang lebih baik, terutama jika Anda menggunakan lensa dengan aperture besar. Ini penting untuk mendapatkan detail yang maksimal dan mengurangi risiko blur yang disebabkan oleh gerakan kamera.
Apa Itu Electronic Shutter?
Electronic shutter adalah teknologi yang lebih baru dan lebih canggih. Alih-alih menggunakan mekanisme fisik untuk membuka dan menutup sensor, electronic shutter bekerja dengan cara mengaktifkan dan menonaktifkan sensor secara elektronik. Karena tidak ada bagian yang bergerak, electronic shutter benar-benar senyap saat digunakan.
Keunggulan utama electronic shutter adalah kecepatan dan keheningannya. Namun, teknologi ini juga memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam situasi tertentu yang akan kita bahas di bawah.
Kapan Harus Menggunakan Electronic Shutter?

- Saat Memerlukan Keheningan Penuh
Salah satu situasi di mana electronic shutter sangat berguna adalah ketika Anda harus memotret dengan benar-benar tanpa suara, seperti saat menghadiri konser, upacara pernikahan, atau dalam situasi satwa liar di mana suara shutter bisa mengganggu atau menakuti subjek. Electronic shutter tidak mengeluarkan suara apa pun, membuatnya ideal untuk situasi-situasi ini. - Kecepatan Pengambilan Gambar yang Tinggi
Electronic shutter memungkinkan kecepatan pemotretan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mechanical shutter. Jika Anda memerlukan burst mode dengan kecepatan tinggi untuk menangkap momen-momen yang sangat cepat, seperti olahraga atau aksi cepat lainnya, electronic shutter memberikan kinerja yang unggul. - Mengurangi Getaran pada Kamera
Karena tidak ada bagian yang bergerak, electronic shutter tidak menghasilkan getaran apa pun. Ini sangat membantu saat Anda memotret pada kecepatan rana yang sangat lambat atau menggunakan lensa telephoto yang panjang, di mana getaran sekecil apa pun bisa memengaruhi ketajaman gambar.
