Review DJI Osmo Mobile 7 Pro di 2025

DJI Osmo Mobile 7 Pro Review di 2025

DJI Osmo Mobile 7 Pro hadir dengan paket fitur yang lebih lengkap dibanding generasi sebelumnya. Ada ActiveTrack 7.0, extension rod 215 mm, dan—untuk pertama kalinya—bi-colour LED yang bisa dipasang-lepas dengan mudah. Dalam review DJI Osmo Mobile 7 Pro 2025 ini, gimbal diuji pada street B-roll, wedding reels, dan seaside vlogs untuk melihat apakah harga $149 benar-benar berada di titik manis.

Desain & Kesan Pertama

Osmo Mobile 7 Pro terasa padat tanpa menjadi berat berlebihan. Dengan bobot sekitar 368 g termasuk modul lampu, gimbal ini sedikit lebih ringan dari Insta360 Flow 2 Pro, namun terasa lebih kokoh dibanding DJI OM 6. Material bodi polimer matte—mengadopsi desain RS 4 Mini—juga tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari setelah pemakaian di kondisi lembap. Tripod kecil dan extension rod 215 mm bawaan dapat ditarik keluar dengan mulus tanpa goyah, memberi rasa aman ketika digunakan untuk pengambilan gambar di atas kepala.

Setup, Pairing & ActiveTrack 7.0

Proses pairing dibuat sangat mudah: cukup sekali tap dengan iPhone ber-NFC, lalu Bluetooth 5.3 mengurus sisanya. Dalam lima detik, gimbal sudah siap dipakai. ActiveTrack 7.0 mampu mengunci subjek bahkan saat ada pengendara sepeda yang menutupi frame sejenak. Meski Insta360 DeepTrack 4.0 sedikit lebih cepat dalam pemulihan, perbedaannya sangat tipis. Yang lebih penting, tracking ini juga berfungsi di aplikasi pihak ketiga seperti TikTok atau Zoom, jadi tidak wajib memakai DJI Mimo untuk setiap pengambilan gambar.

Gesture Control & Apple Watch Remote

Gesture control juga cukup andal, dengan perintah tangan seperti “palm” untuk mulai merekam dan “V” untuk berhenti, berhasil sekitar 9 dari 10 kali meski di bawah sinar matahari terik. Selain itu, ada widget baru di Apple Watch yang memungkinkan pengguna mengatur kecepatan panning atau menyeimbangkan posisi kamera kembali ke tengah. Fitur ini terasa futuristik terutama untuk perekaman solo travel.

Stabilisasi & Batas Motor

Saat diuji untuk merekam 4K/60 sambil berlari di gang sempit Vienna, footage dari iPhone 16 Pro Max dengan lensa Moment anamorphic (sekitar 330 g) tetap stabil dan halus. DJI memberi rating payload di kisaran 170–300 g, namun motor masih sanggup menahan tambahan 20–30 g sebelum muncul micro-jitter. Artinya, penggunaan ND filter masih aman, tapi MagSafe power bank bisa jadi terlalu berat.

Kreativitas dengan Extension Rod

Extension rod bawaan kini mencapai 215 mm, setara sekitar dua kali panjang torso ekstra saat mode selfie. Dengan begitu, angle seperti crane-up di kafe atau pengambilan gambar dari atas keramaian bisa dilakukan tanpa perlu membawa tongkat tambahan. Bentuk penampang rod yang oval juga mencegah rod berputar saat melakukan panning.

Bi-Colour LED Light

Karena sensor smartphone masih kesulitan di kondisi low-light, DJI menambahkan lampu bi-colour LED 2700–6000 K pada modul tracker. Dari jarak satu meter, pencahayaan mencapai ~100 lux—dua kali lebih terang dibanding Flow 2 Pro. Namun, penggunaan di brightness maksimal memangkas daya tahan baterai hampir setengahnya. Penggunaan di level 50% direkomendasikan untuk vlog malam hari agar lebih hemat daya.

Baterai & Pengisian

DJI mengklaim baterai mampu bertahan hingga 10 jam. Dalam pemakaian campuran (70% tracking, 40% LED, sesekali mengisi daya smartphone), hasilnya mencapai sekitar 7 jam 45 menit—masih tergolong baik. USB-C PD juga bisa mengisi baterai hingga 80% hanya dalam waktu sekitar satu jam, cukup dengan istirahat makan siang untuk melanjutkan hingga sore hari.

Software & Shooting Modes

Di dalam aplikasi DJI Mimo, ShotGuides 2.0 bisa mengenali suasana sekitar dan memberi rekomendasi angle B-roll. Dynamic Framing juga otomatis menjaga komposisi rule-of-thirds saat berjalan—berguna untuk kreator pemula. Mode klasik seperti Timelapse, MotionLapse, dan SpinShot tetap tersedia, sementara Sport mode memperkuat motor agar lebih responsif untuk subjek yang bergerak cepat.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • ActiveTrack 7.0 berfungsi di aplikasi pihak ketiga
  • Rod dan tripod bawaan, tanpa perlu aksesori tambahan
  • LED terang dengan warna cahaya yang bisa disesuaikan
  • Apple Watch remote dan gesture control yang andal

Kekurangan

  • Kombinasi smartphone + lensa berat bisa mendekati batas motor
  • LED pada brightness penuh mengurangi daya baterai hampir separuh
  • Butuh adaptasi untuk memahami cara kerja tracker yang bisa dilepas

Siapa yang Cocok Membeli?

Bagi kreator mobile-first yang sering merekam reels di berbagai aplikasi, tracker yang tidak bergantung pada satu aplikasi saja adalah nilai plus besar. Travel vlogger juga akan terbantu dengan extension rod yang ringkas namun panjang. Sebaliknya, pengguna yang sering menambahkan lensa, filter, atau MagSafe power bank mungkin lebih cocok memilih gimbal dengan motor yang lebih kuat, seperti milik Hohem.

Secara keseluruhan, DJI berhasil merapikan hampir semua kekurangan yang ada pada OM 6. Osmo Mobile 7 Pro kini lebih ringkas saat dilipat, tracking lebih pintar, lampu lebih terang, dan yang terpenting harganya masih terjangkau. Selama tidak menggunakan setup smartphone yang terlalu ekstrem, OM7 P bisa dibilang gimbal smartphone paling seimbang untuk tahun 2025.

Sumber: GimbalReview

Leave a Reply
Chat

Klik Tombol di bawah ini
untuk Chat

Jam Operasional 09:00 - 22:00